Berkembangnya dunia pendidikan tak luput dari pengaruh tokoh-tokoh yang memiliki pemikiran, ide dan usaha menemukan hal-hal baru yang bermanfaat bagi kemajuan hidup manusia melalui ilmu pengetahuan. Berikut ini adalah beberapa tokoh dunia yang pemikiran dan usahanya sangat mempengaruhi Dunia Pendidikan.
Al Ghazali
Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi'i atau lebih dikenal dengan Imam Al Ghazali lahir di Thus pada tahun 1058/450 H dan meninggal di Thus tahun 1111/ 14 Jumadil Akhir 505 H. Beliau adalah seorang filosof dan teolog muslim dari Persia, yang di dunia Barat dikenal sebagai Algazel pada abad Pertengahan.
Nama kuniahnya Abu Hamid karena salah seorang anaknya bernama Hamid. Beliau juga bergelar al-Ghazali ath-Thusi berkaitan dengan ayahnya yang bekerja sebagai pemintal bulu kambing dan tempat kelahirannya yaitu Ghazalah di Bandar Thus, Khurasan, Persia. Sedangkan gelar asy-Syafi'i menunjukkan bahwa beliau bermazhab Syafi'i. Imam Al-Ghazali adalah seorang ulama, ahli pikir, ahli filsafat Islam yang terkemuka yang banyak memberi sumbangan bagi perkembangan kemajuan manusia. Beliau pernah menjabat sebagai Naib Kanselor di Madrasah Nizhamiyah, pusat pengajian tinggi di Baghdad.
Peran Al Ghazali dalam Dunia Pendidikan
Karya-karya Imam Alghazali cukup banyak, di antaranya yang paling terkenal adalah Ihya Ulumudddin (Kitab tasawuf). Selain itu masih banyak lagi karya-karya beliau seperti Kimiya as-Sa'adah (Kimia Kebahagiaan), Misykah al-Anwar (The Nice of Lights), Maqasid al-Falasifah, Tahafut al-Falasilah, al-Musthtasfa min 'Il al-Ushul, Mi'yar al-Ilm (The Standard Measure of Knowledge), al-Qistas al-Mustaqim (The Just Balance), Mihakk al-Nazar fi al-Manthiq (The Touchstone of Proof in Logic)
John Locke
John Locke lahir pada tanggal 29 Agustus 1632 dan meninggal pada tanggal 28 Oktober 1704 pada usia 72 tahun. John Locke adalah seorang filsuf dari Inggris yang menjadi salah satu tokoh utama dari pendekatan empirisme. Selain itu, di dalam bidang filsafat politik, John Locke juga dikenal sebagai filsuf negara liberal. Bersama dengan rekannya, Isaac Newton, Locke dipandang sebagai salah satu figur terpenting di era Pencerahan.
John Locke juga menandai lahirnya era Modern dan juga era pasca-Descartes (post-Cartesian), karena pendekatan Descartes tidak lagi menjadi satu-satunya pendekatan yang dominan di dalam pendekatan filsafat waktu itu. Kemudian Locke juga menekankan pentingnya pendekatan empiris dan juga pentingnya eksperimen-eksperimen di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Tulisan-tulisan John Locke tidak hanya berhubungan dengan filsafat saja, tetapi juga tentang pendidikan, ekonomi, teologi, dan medis. Karya-karya Locke yang terpenting adalah "Esai tentang Pemahaman Manusia" (Essay Concerning Human Understanding), "Tulisan-Tulisan tentang Toleransi" (Letters of Toleration), dan "Dua Tulisan tentang Pemerintahan" (Two Treatises of Government}.
Peran John Locke dalam Dunia Pendidikan
Salah satu pemikiran Locke yang paling berpengaruh di dalam sejarah filsafat adalah mengenai proses manusia mendapatkan pengetahuan. Menurut Locke,seluruh pengetahuan bersumber dari pengalaman manusia. Posisi ini adalah posisi empirisme yang menolak pendapat kaum rasionalis yang mengatakan sumber pengetahuan manusia yang terutama berasal dari rasio atau pikiran manusia. Meskipun demikian, rasio atau pikiran berperan juga di dalam proses manusia memperoleh pengetahuan. Dengan demikian, Locke berpendapat bahwa sebelum seorang manusia mengalami sesuatu, pikiran atau rasio manusia itu belum berfungsi atau masih kosong. Situasi tersebut diibaratkan Locke seperti sebuah kertas putih (tabula rasa) yang kemudian mendapatkan isinya dari pengalaman yang dijalani oleh manusia itu. Rasio manusia hanya berfungsi untuk mengolah pengalaman-pengalaman manusia menjadi pengetahuan sehingga sumber utama pengetahuan menurut Locke adalah pengalaman.
John Dewey
John Dewey adalah seorang filsuf dari Amerika Serikat, yang termasuk Mazhab Pragmatisme. Selain sebagai filsuf, Dewey juga dikenal sebagai kritikus sosial dan pemikir dalam bidang pendidikan.
Dewey dilahirkan di Burlington pada tahun 1859 dan meninggal dunia pada tahun 1952. Setelah menyelesaikan studinya di Baltimore, ia menjadi guru besar dalam bidang filsafat dan kemudian dalam bidang pendidikan pada beberapa universitas. Sepanjang kariernya, John Dewey menghasilkan 40 buku dan 700-an lebih artikel.
Peran John Dewey dalam Dunia Pendidikan
Di dalam bidang pendidikan, ia menganjurkan teori dan metode Learning by Doing (belajar sambil melakukan). Dalam teori dan metodenya ini, ia berpendapat bahwa untuk mempelajari sesuatu, tidak perlu orang terlalu banyak mempelajari itu. [3] Dalam melakukan apa yang hendak dipelajari itu, dengan sendirinya ia akan menguasai gerakan-gerakan atau perbuatan-perbuatan yang tepat, sehingga ia bisa menguasai hal yang dipelajari itu dengan sempurna. John Dewey mengambil contoh tentang seorang yang akan belajar berenang. Menurutnya, seorang itu tidak perlu diajari macam-macam teori tetapi cukup ia langsung disuruh masuk kolam renang dan mulai berenang, dengan cepat seorang itu akan menguasai kemampuan berenang.
Ide John Dewey mengenai system pendidikan walaupun cukup populer namun tidak pernah secara luas dipakai dalam praktek pendidikan di Sekolah-sekolah Amerika. Pendidikan Progresif tidak banyak digunakan selama Perang Dingin, ketika perhatian dalam pendidikan menciptakan dan mempertahankan ilmu dan teknologi untuk kepentingan militer. Pasca Perang Dingin, pendidikan progresif muncul kembali dalam di banyak sekolah dan lingkaran teori pendidikan. Dalam perkembangan revolusi cara-cara belajar filsafat Dewey mengenai belajar kini telah dipakai secara luas di seluruh dunia yang mengilhami munculnya pendekatan kontekstual (CTL ) dalam proses pembelajaran.
Ibnu Sina
Ibnu Sina lahir pada tahun 980 di Afsyahnah dekat Bukhara dan meninggal dunia pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia. Ibnu Sina juga dikenal sebagai Avicenna di Dunia Barat. Beliau adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia.
Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai "bapak kedokteran modern." George Sarton menyebut Ibnu Sina "ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu". Karyanya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).
Sumbangan Ibnu Sina Dalam Dunia Pendidikan
Dalam ilmu kedokteran, kitab Al-Qanun tulisan Ibnu Sina selama beberapa abad menjadi kitab rujukan utama dan paling otentik. Kitab ini mengupas kaedah-kaedah umum ilmu kedokteran, obat-obatan dan berbagai macam penyakit. Seiring dengan kebangkitan gerakan penerjemahan pada abad ke-12 masehi, kitab Al-Qanun karya Ibnu Sina diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Kini buku tersebut juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Prancis dan Jerman. Al-Qanun adalah kitab kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Kitab ini pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa.
Ibnu juga memiliki peran besar dalam mengembangkan berbagai bidang keilmuan. Beliau menerjemahkan karya Aqlides dan menjalankan observatorium untuk ilmu perbintangan. Dalam masalah energi Ibnu Sina memberikan hasil penelitiannya akan masalah ruangan hampa, cahaya dan panas kepada khazanah keilmuan dunia.
Francis Bacon
Sir Francis Bacon lahir pada tanggal 22 Januari 1561 dan meninggal dunia pada tanggal 9 April 1626. Beliau adalah seorang filsuf, negarawan dan penulis Inggris. Beliau dianugerahi gelar ksatria (Sir) pada tahun 1603, diangkat menjadi Baron Verulam pada tahun 1618, dan menjadi Viscount St. Alban pada tahun 1621.
Pada masa akhir hidupnya, Bacon melakukan suatu percobaan untuk mengawetkan makanan dengan menggunakan salju. Akibat percobaan tersebut, ia menderita bronkitis yang kemudian merenggut nyawanya.
Peran Francis Bacon dalam Dunia Pendidikan
Francis Bacon dikenal sebagai pencetus pemikiran empirisme yang mendasari sains hingga saat ini. Tulisan dan pemikirannya mempengaruhi metodologi sains yang menitikberatkan pada eksperimen yang dikenal juga sebagai "Metode Bacon".
Bacon menaruh perhatian besar pada metode induksi yang tepat untuk memperoleh kebenaran, berdasarkan pada pengamatan empiris, analisis data, penyimpulan yang terwujud dalam hipotesis, dan verifikasi hipotesis melalui pengamatan dan eksperimen lebih lanjut. Induksi yang bertitik tolak pada eksperimen yang teliti dan telaten terhadap data-data partikuler menggerakkan rasio maju menuju penafsiran atas alam (interpretation natura).
Cara induksi secara sederhana adalah bermula dari rasio bertitik pangkal pada pengamatan indrawi yang partikuler, lalu maju sampai pada ungkapan-ungkapan yang paling umum guna menurunkan secara deduktis ungkapan-ungkapan yang kurang umum. Agar induksi tidak terjebak pada proses generalisasi yang tergesa-gesa, maka yang perlu dihindari empat penghalang prakonsepsi, empat hal tersebut adalah:
Idola tribus (The Idols of Tribe). Menarik kesimpulan tanpa dasar secukupnya, berhenti pada sebab-sebab yang diperiksa secara dangkal (sebagaimana pada umumnya manusia awam/ tribus).
Idola specus (The Idols of the Cave). Menarik kesimpulan hanya berdasarkan prasangka, prejudice, selera a priori (seperti manusia di dalam gua/ specus).
Idola fori (The Idols of the Market Place). Menarik kesimpulan hanya karena umum berpendapat demikian, atau ikut-ikutaan pandapat umum (opini public/ pasar/ forum).
Idola theatri (The Idols of the Theatre). Menarik kesimpulan berdasarkan kepercayaan dogmatis, mitos dan seterusnya. Karena manganggap dunia adalah panggung sandiwara.
Baca Juga:
Tokoh-tokoh Nasional yang Berpengaruh dalam Dunia Pendidikan Pendidikan Indonesia
Johann Fredrich Herbart
Johann Friedrich Herbart lahir di Oldenburg, Jerman, 4 Mei 1776 dan meninggal di Göttingen, Jerman, 14 Agustus 1841 pada usia 65 tahun. Beliau adalah seorang tokoh pendidik raksasa asal Jerman yang ternama dan berpengaruh pada akhir abad 18 dan awal abad 19.
Peran Johann Fredich Herbart dalam Dunai pendidikan
Pemikiran Herbart yang berkaitan dengan pokok pembahasan ini adalah mengenai akal dan pikiran manusia, menurutnya akal adalah kumpulan gagasan dan pendidik perlu menolong pelajar untuk menambah pengetahuan. Herbart mengutamakan mutlaknya pengetahuan dan pengertian dalam kurikulum, yang mengurangi pentingnya perasaan dan keterampilan jasmani.
George Kerschensteiner
George Kerschensteiner, ia lahir di kota Munchen Germany pada tahun 1855 dan meninggal dunia pada tahun 1932. Beliau adalah seorang pekerja keras dan suka dengan kemandirian oleh karena itu dengan usahanya sendiri ia mampu bersekolah hingga mencapai cita-citanya yaitu menjadi seorang Guru.
Peran George Kerschensteiner dalam Dunia Pendidikan
Beberapa ide dari George Kerschensteiner antara lain:
- Mendirikan sekolah kerja [semacam BLKI]
- Pendidikan untuk warga negara.
Alasan mengapa harus sekolah kerja menurut Kerschensteiner antara lain :
- Di dalam sekolah kerja siswa dapat menjadi aktif.
- Pekerjaan yang produktif dapat membuat siswa gembira dalam belajar dan bekerja.
- Didalam bekerja maka siswa akan di pupuk sifat sifat ,rajin,tekun,tertib,hati hati/teliti.
- Memberikan pembelajaran untuk bertindak melakukan sesuatu[ide ide baru]
- Dengan mengerjakan langsung dapat memberikan kesan visual motorik yang mendalam.
Pendidikan untuk warganegara :
- Tugas pendidikan adalah untuk menyiapkan menjadi warganegara yang baik.
- Pendidikan warganegara berhubungan erat dengan pembentukan watak,moral dan susila.
- Tugas pendidikan dalam sekolah untuk pembentukan intelektual.
Philip H. Coombs
Philip Hall Coombs lahir pada tahun 1915 di Holyoke meninggal pada 15 Februari 2006 di Chester. Beliau mengajar ekonomi di Williams College dan merupakan direktur program untuk pendidikan di Ford Foundation.
Peran Philip H. Coombs dalam Dunia Pendidikan
Coombs ditunjuk oleh Presiden John F. Kennedy menjadi Asisten Menteri Negara yang pertama untuk Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan Februari 1961. Beliau adalah seorang advokat yang merombak sistem pendidikan. Selama bertugas di bagian ini, Coombs pergi untuk tinggal di Paris, mengorganisir UNESCO Institut Internasional untuk Perencanaan Pendidikan. Kelompok UNESCO ini menyarankan negara pada perbaikan sistem pendidikan mereka. Setelah puas dengan langkah perubahan, Coombs lalu mengundurkan diri dari Departemen Luar Negeri AS pada tahun 1962 dan pada tahun 1963-1968 beliau menjabat sebagai Direktur IIEP, beliau juga pernah menjabat sebagai wakil ketua dan ketua Dewan Internasional Pembangunan Ekonomi sampai tahun 1992. Selama karirnya Coombs juga menulis beberapa buku tentang kebijakan luar negeri dan pendidikan.
William Stern
William Stern lahir dengan nama asli Wilhelm Louis Stern pada tanggal 29 April 1871 dan meninggal dunia pada tanggal 27 Maret 1938. Beliau adalah seorang psikolog dan filsuf dari Jerman dan tercatat sebagai pelopor dalam bidang psikologi kepribadian dan kecerdasan. Dia adalah penemu konsep intelligence quotient, atau IQ, kemudian digunakan oleh Lewis Terman dan peneliti lain dalam pengembangan pertama tes IQ , berdasarkan karya Alfred Binet. Pada tahun 1897, Stern menemukan variator nada, sebuah penemuan yang membuat Ia mampu meneliti persepsi manusia terhadap suara dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Peran William Stern dalam Dunia Pendidikan
Pemikiran pendidikan William Stern bertumpu pada hasil sinestetis dari dua teori sebelumnya, yang selanjutnya dikenal dengan teori Konvergensi, menurut Teori Konvergensi, bahwa bagaimanapun kuatnya yang dinyatakan dalam Teori Emperisme (dipengaruhi pengalaman) dan Nativisme (dipengaruhi lingkungan) namun keduanya kurang realistis. Suatu kenyataan bahwa potensi hereditas yang baik saja tanpa pengaruh lingkungan pendidikan yang positf dan maksimal tidak akan dapat membina kepribadian yang ideal. Lebih tepatnya bahwa Konvergensi ini menyatakan kecerdasan itu bukan hanya dipengaruhi oleh pengalaman saja tapi juga bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan pendidik disekitar. Oleh karena itu, perkembangan kepribadian yang sesungguhnya adalah hasil dari kedua faktor yaitu faktor internal, berupa bawaan sejak lahir, berupa bakat talenta, potensi, kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, serta keadaan fisik tertentu; dan faktor eksternal berupa lingkungan pendidikan, masyarakat , perkembangan ilmu pengetahuan, kehidupan beragama, tradisi budaya, peradaban dan nilai-nilai lainnya yang berekembang di masyrakat.
Jean Jacques Rousseau
Jean Jacques Rousseau lahir di Jenewa, Swiss pada tanggal 28 Juni 1712 dan meninggal di Ermenonville, Oise, Perancis pada tanggal 2 Juli 1778 pada usia 66 tahun. Beliau adalah seorang tokoh filosofi besar, penulis dan komposer pada abad pencerahan.
Banyak pikiran menarik dan orisinal terdapat dalam tulisan-tulisan politik Rousseau. Tetapi yang paling menonjol dari kesemuanya itu adalah gairahnya yang berkobar-kobar terhadap terjelmanya persamaan hak dan derajat, dan perasaan yang membawa bahwa struktur masyarakat yang ada merupakan sesuatu yang tak tertahankan ketidakadilannya. ("Manusia dilahirkan merdeka; dan di mana-mana dia terbelenggu oleh rantai"). Rousseau sendiri tidak menganjurkan tindak kekerasan, tetapi jelas dia menggoda orang lain memilih revolusi kekerasan untuk mencapai perbaikan tingkat demi tingkat.
Peran Jean Jacques Rousseau dalam Dunia Pendidikan
Pemikiran filosofi Rousseau memengaruhi revolusi Prancis, perkembangan politika modern dan dasar pemikiran edukasi. Beberapa karya Jean Jacques Rousseau sebagai berikut:
- Novel, Emile, atau On Education yang dinilai merupakan karyanya yang terpenting adalah tulisan kunci pada pokok pendidikan kewarganegaraan yang seutuhnya.
- Julie, ou la nouvelle Héloïse adalah novel sentimental tulisannya merupakan karya penting yang mendorong pengembangan era pre-romanticism dan romanticism di bidang tulisan fiksi.
- Dalam bidang autobiografi karya Rousseau adalah: 'Confession', yang menginisiasi bentuk tulisan autobiografi modern, dan Reveries of a Solitary Walker (seiring dengan karya Lessing and Goethe in German dan Richardson and Sterne in English), yang merupakan contoh utama gerakan akhir abad ke 18 "Age of Sensibility", yang memfokus pada masalah subjectivitas dan introspeksi yang mengkarakterisasi era modern.
- Rousseau juga menulis dua drama dan dua opera dan menyumbangkan kontribusi penting dibidang musik sebagai teorist. Pada periode revolusi Prancis.
Rousseau adalah filsafat terpopuler di antara anggota Jacobin Club. Dia dimasukan sebagai pahlawan nasional di Panthéon Paris pada tahun 1794, enam belas tahun setelah kematiannya.
Demikianlah pembahasan tentang Tokoh-tokoh berpengaruh dalam Dunia Pendidikan dari Luar Negeri. Artikel ini dirangkum dan ditulis ulang dari berbagai sumber online yang memiliki ranking atas, tentunya dengan harapan data yang kami sajikan akurat dan mendekati kebenaran.
Mohon maaf apabila biografi para tokoh dan perannya pada kemajuan kehidupan hanya kami tuliskan sepotong-sepotong, lebih lengkap tentang para tokoh di atas silahkan mengaksesnya langsung ke beberapa web pustaka di bawah.
Pustaka:
https://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Hamid_Muhammad_al-Ghazali
http://www.biografiku.com
http://segiempat.com/aneh-unik/sejarah/tokoh-berpengaruh-pendidikan-dunia/
http://www.kompasiana.com/davikurnniawan/sejarah-tokoh-tokoh-pendidikan-di-indonesia-dan-luar-negeri_5500478aa33311e5725105c0
http://fitrivt.blogspot.co.id/2012/11/tokoh-pendidikan-dunia.html
https://blogpenemu.blogspot.co.id/2014/09/francis-bacon-bapak-empirisme.html
Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara dikenal sebagai pelopor pendidikan untuk masyarakat pribumi di Indonesia ketika masih dalam masa penjajahan Kolonial Belanda. Beliau terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian kita kenal sebagai Ki Hajar Dewantara. Beliau lahir di Kota Yogyakarta, pada tanggal 2 Mei 1889, hari kelahirannya kemudian diperingati setiap tahun oleh Bangsa Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Profesi
Ki Hajar Dewantara cenderung tertarik dengan dunia jurnalistik atau tulis-menulis, dibuktikan dengan bekerjanya beliau manjadi seorang wartawan dibeberapa surat kabar pada masa itu, antara lain: Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. Gaya penulisan Ki Hajar Dewantara pun cenderung tajam mencerminkan semangat anti kolonial. Seperti yang ia tuliskan berikut ini dalam surat kabar De Expres pimpinan Douwes Dekker:
Sekiranya aku seorang Belanda, aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang telah kita rampas sendiri kemerdekaannya. Sejajar dengan jalan pikiran itu, bukan saja tidak adil, tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. Ide untuk menyelenggaraan perayaan itu saja sudah menghina mereka, dan sekarang kita keruk pula kantongnya. Ayo teruskan saja penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda, hal yang terutama menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku ialah kenyataan bahwa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu kegiatan yang tidak ada kepentingan sedikit pun baginya.
Organisasi Sosial
Berdirinya organisasi Budi Utomo sebagai organisasi sosial dan politik kemudian mendorong Ki Hajar Dewantara untuk bergabung didalamny. Di Budi Utomo ia berperan sebagai propaganda dalam menyadarkan masyarakat pribumi tentang pentingnya semangat kebersamaan dan persatuan sebagai bangsa Indonesia. Munculnya Douwes Dekker yang kemudian mengajak Ki Hajar Dewantara untuk mendirikan organisasi yang bernama Indische Partij yang terkenal.
Peran Ki Hajar Dewantoro di Dunia Pendidikan
Pada tahun 1919, ia bergabung sebagai guru di sekolah yang didirikan oleh saudaranya. Pengalaman mengajar yang ia terima di sekolah tersebut kemudian digunakannya untuk membuat sebuah konsep baru mengenai metode pengajaran pada sekolah yang ia dirikan sendiri pada tanggal 3 Juli 1922, sekolah tersebut bernama Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa yang kemudian kita kenal sebagai Taman Siswa.
Di usianya yang menanjak umur 40 tahun, tokoh yang dikenal dengan nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat resmi mengubah namanya menjadi Ki Hajar Dewantara, hal ini ia maksudkan agar ia dapat dekat dengan rakyat pribumi ketika itu.
Ki Hajar Dewantara membuat semboyan yang terkenal dan sampai sekarang dipakai dalam dunia pendidikan Indonesia yaitu :
Ing ngarso sung tulodo (di depan memberi contoh).
Ing madyo mangun karso, (di tengah memberi semangat).
Tut Wuri Handayani, (di belakang memberi dorongan).
R.A. Kartini
R.A Kartini, beliau dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi wanita kala ia hidup. Beliau lahir pada tanggal 21 April tahun 1879 di Kota Jepara, Hari kelahirannya itu kemudian diperingati sebagai Hari Kartini untuk menghormati jasa-jasanya pada bangsa Indonesia. Kartini lahir di tengah-tengah keluarga bangsawan oleh sebab itu ia memperoleh gelar R.A (Raden Ajeng) di depan namanya, gelar itu sendiri (Raden Ajeng) dipergunakan oleh Kartini sebelum ia menikah, jika sudah menikah maka gelar kebangsawanan yang dipergunakan adalah R.A (Raden Ayu) menurut tradisi Jawa.
Pemikiran Tentang Emansipasi Wanita
R.A Kartini banyak membaca surat kabar atau majalah-majalah kebudayaan eropa yang menjadi langganannya yang berbahasa belanda, di usiannya yang ke 20, ia bahkan banyak membaca buku-buku karya Louis Coperus yang berjudul De Stille Kraacht, karya Van Eeden, Augusta de Witt serta berbagai roman-roman beraliran feminis yang kesemuanya berbahasa belanda, selain itu ia juga membaca buku karya Multatuli yang berjudul Max Havelaar dan Surat-Surat Cinta.
Cita-cita luhur R.A Kartini adalah ia ingin melihat perempuan pribumi dapat menuntut ilmu dan belajar seperti sekarang ini. Gagasan-gagasan baru mengenai emansipasi atau persamaan hak wanita pribumi olah Kartini, dianggap sebagai hal baru yang dapat merubah pandangan masyarakat. Selain itu, tulisan-tulisan Kartini juga berisi tentang yaitu makna Ketuhanan, Kebijaksanaan dan Keindahan, peri kemanusiaan dan juga Nasionalisme.
Kartini juga menyinggung tentang agama, misalnya ia mempertanyakan mengapa laki-laki dapat berpoligami, dan mengapa mengapa kitab suci itu harus dibaca dan dihafal tanpa perlu kewajiban untuk memahaminya.
"Agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tetapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu" (R.A Kartini).
Peran R.A. Kartini dalam Dunia Pendidikan
Setelah R.A Kartini meninggal, seorang pria belanda bernama J.H. Abendanon yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda mulai mengumpulkan surat-surat yang pernah ditulis oleh R.A Kartini ketika ia aktif melakukan korespondensi dengan teman-temannya yang berada di Eropa ketika itu.
Dari situ kemudian disusunlah buku yang awalnya berjudul 'Door Duisternis tot Licht' yang kemudian diterjemahkan dengan judul Dari Kegelapan Menuju Cahaya (Habis Gelap Terbitlah Terang) yang terbit pada tahun 1911. Buku tersebut dicetak sebanyak lima kali, dan pada cetakan kelima terdapat surat-surat yang ditulis oleh Kartini.
Pemikiran-pemikiran yang diungkapkan oleh Kartini kemudian banyak menarik perhatian masyarakat ketika itu terutama kaum Belanda sebab yang menulis surat-surat tersebut adalah wanita pribumi.
Buku-Buku R.A Kartini
- Habis Gelap Terbitlah Terang
- Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya
- Letters from Kartini, An Indonesian Feminist 1900-1904
- Panggil Aku Kartini Saja (Karya Pramoedya Ananta Toer)
- Kartini Surat-surat kepada Ny RM Abendanon-Mandri dan suaminya
- Aku Mau ... Feminisme dan Nasionalisme. Surat-surat Kartini kepada Stella Zeehandelaar 1899-1903.
R.A. Dewi Sartika
Dewi Sartika lahir di Bandung, 4 Desember 1884, dan meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947 pada umur 62 tahun. Beliau adalah tokoh perintis pendidikan untuk kaum perempuan, diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966.
Peran Dewi Sartika dalam Dunia Pendidikan
Agar anak-anak perempuan di sekitarnya bisa memperoleh kesempatan menuntut ilmu pengetahuan, maka ia berjuang mendirikan sekolah di Bandung Jawa Barat. Dengan bantuan R.A.A.Martanegara, kakeknya, dan Den Hamer yang menjabat Inspektur Kantor Pengajaran ketika itu, maka pada tahun 1904 dia berhasil mendirikan sebuah sekolah yang dinamainya “Sakola Isteri”. enam tahun sejak didirikan, pada tahun 1910, nama Sekolah Istri sedikit diperbarui menjadi Sekolah Keutamaan Isteri.
Seluruh wilayah Pasundan lengkap memiliki Sekolah Kautamaan Istri di tiap kota kabupatennya pada tahun 1920, ditambah beberapa yang berdiri di Kota Kewedanaan. Bulan September 1929, Dewi Sartika mengadakan peringatan pendirian sekolahnya yang telah berumur 25 tahun, yang kemudian berganti nama menjadi "Sakola Raden Déwi". Atas jasanya dalam bidang ini, Dewi Sartika dianugerahi bintang jasa oleh pemerintah Hindia-Belanda
Kalimat bijak yang dilekatkan dengan DewiSartika "Jangan tanya apa yang telah diberikan negara kepadamu, tapi apa yang telah kamu berikan pada negaramu".
Kata bijak tersebut sangat tepat menjadi panduan semua bangsa yang hendak menobatkan seseorang sebagai penerima gelar kehormatan ‘pahlawan’ di negaranya.
Prof. Dr. Slamet Iman Santoso
Prof. Dr. R. Slamet Iman Santoso (lahir di Wonosobo, 7 September 1907 – meninggal di Jakarta, 9 November2004 pada umur 97 tahun) adalah seorang pakar psikologi Indonesia. Ia memelopori berdirinya Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan menjabat sebagai dekan pertama fakultas tersebut.
Ia menempuh pendidikannya di Europeesche Lagere School (ELS) dan Hollandsch Inlandsche School antara tahun 1912 dan 1920; Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Magelangpada tahun 1920 hingga 1923; MAS-B di Yogyakarta pada 1923 hingga 1926; Indische Arts STOVIA pada tahun 1926 hingga 1932; dan Geneeskunde School of Arts Batavia Sentrum pada 1932 hingga 1934.
Slamet Iman Santoso menduduki posisi Pembantu Rektor I ketika Sjarif Thajeb (1962–1964) dan Sumantri Brodjonegoro (1964–1973) menjabat sebagai Rektor UI. Menyusul kematian Sumantri Brodjonegoro pada tahun 1973 ketika tengah menjabat sebagai rektor, Slamet Iman Santoso ditunjuk menjadi Pejabat Rektor UI. Ia mengakhiri jabatannya pada tahun 1974, ketika jabatan itu beralih ke Mahar Mardjono.
Penghargaan yang telah didapatkannya, yaitu sebagai penerima bintang Mahaputra Utama III pada tahun 1973 dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada tahun 1989, dan penghargaan Wahidin Sodiro Hoesodo. Selanjutnya, beliau juga pernah menjabat sebagai direktur Rumah Sakit Jiwa Gloegoer, Medan pada tahun 1937-1938.
Peran Slamet Iman Santoso dalam Dunia Pendidikan
Slamet Iman Santoso dikenal juga sebagai orang pertama yang mengusulkan gagasan di dunia pendidikan tentang pentingnya satu acuan yang sama untuk semua jenjang pendidikan di Indonesia. Gagasan tersebut beliau sampaikan pada 1979 hingga 1981.
Slamet Iman Santoso juga pernah menjadi salah seorang tokoh yang memberikan kritik terhadap minimnya gaji guru yang diberikan negara. Selain gagasan dan kritik di dunia pendidikan, beliau juga berperan di dalamnya sebagai salah seorang perintis program penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) yang kini dikenal dengan SNMPTN.
Bu Kasur
Bu Kasur lahir di Batavia, Hindia Belanda, 16 Januari 1926 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 22 Oktober 2002 pada umur 76 tahun) adalah pembawa acara Taman Indria di TVRI dan juga pendiri TK Mini di Jakarta. Ia mendapat julukan Ibu Kasur karena suaminya.
Peran Bu Kasur dalam Dunia Pendidikan
Sebagian besar hidup tokoh pendidikan anak kelahiran Jakarta 16 Januari 1926 ini tercurah pada anak-anak. Selain mencipta lagu dan tampil di berbagai panggung acara televisi dan siaran radio, ia juga mengelola lima Taman Kanak-kanak “Mini” Pak Kasur yang berlokasi di kawasan Cikini (sekaligus rumah tinggal Bu Kasur), Cipinang Indah, Pasarminggu, Kemang Pratama di Jakarta, dan Banjar Tangerang.
Sudah banyak alumninya yang sudah menjadi orang besar. Diantaranya Presiden Megawati, Guruh dan Hayono Isman (mantan Menpora) serta Ateng (pelawak). Juga hampir seluruh cucu bahkan cicit H.M.Soeharto, mantan presiden, sekolah di TK Mini Pak Kasur.
Bu Kasur tidak mengenal kata bosan berkecimpung dalam dunia pendidikan dasar anak-anak. Menurutnya, ada kenikmatan tersendiri ketika mengamati bagaimana anak-anak itu berkembang dari hari ke hari. Kelucuan, kepolosan anak-anak membuatnya lebih ‘hidup’.
Lagu anak-anak adalah teman bermain sekaligus belajar untuk anak-anak. Lirik dan tangga nada yang sederhana, membuat lagu anak-anak mudah diingat dan abadi. Tidak hanya itu, lagu anak juga bercerita tentang kehidupan sehari-hari.
Sehingga, anak-anak pun dapat belajar lewat lagu. Misalnya pada lagu “bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi ku tolong ibu, membersihkan tempat tidurku…” Lewat lagu itu, anak-anak pun bisa belajar untuk menata kebiasaanya setelah bangun tidur.
Kyai Hasyim Asy'ari
KH Hasyim Ashari beliau dilahirkan pada tanggal 10 April 1875 atau menurut penanggalan arab pada tanggal 24 Dzulqaidah 1287H di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur dan beliau kemudian tutup usia pada tanggal 25 Juli 1947 yang kemudian dikebumikan di Tebu Ireng, Jombang, KH Hasyim Asy'ari merupakan pendiri Nahdlatul Ulama yaitu sebuah organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia.
KH Hasyim Asyari merupakan putra dari pasangan Kyai Asyari dan Halimah, Ayahnya Kyai Ashari merupakan seorang pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. KH Hasyim Ashari merupakan anak ketiga dari 11 bersaudara. Dari garis keturunan ibunya, KH Hasyim Ashari merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang). dari Ayah dan Ibunya KH Hasyim Ashari mendapat pendidikan dan nilai-nilai dasar Islam yang kokoh.
Tahun 1924, kelompok diskusi Taswirul Afkar ingin mengembangkan sayapnya dengan mendirikan sebuah organisasi yang ruang lingkupnya lebih besar. Kemudian pada tanggal 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926M, organisasi tersebut secara resmi didirikan, dengan nama Nahdhatul Ulama’, yang artinya kebangkitan ulama. Kyai Hasyim dipercaya sebagai Rais Akbar pertama
Pemikiran KH. Hasyim As'ari dalam Dunia Pendidikan
Menuntut ilmu atau belajar menurut Hasyim Asy’ari merupakan ibadah untuk mencari ridha Allah, yang mengantarkan manusia untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Karenanya belajar harus diniatkan untuk mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai Islam, bukan hanya untuk sekedar menghilangkan kebodohan.
Pendidikan hendaknya mampu menghantarkan umat manusia menuju kemaslahatan, menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Pendidikan hendaknya mampu mengembangkan serta melestarikan nilai-nilai kebajikan dan norma-norma Islam kepada generasi penerus umat, dan penerus bangsa. Umat Islam harus maju dan jangan mau dibodohi oleh orang lain, umat Islam harus berjalan sesuai dengan nilai dan norma-norma Islam.
Dr. Soetomo
Dokter Sutomo yang bernama asli Subroto ini lahir di desa Ngepeh, Jawa Timur, 30 Juli 1888. Ketika belajar di STOVIA (Sekolah Dokter), ia bersama rekan-rekannya, atas saran dr. Wahidin Sudirohusodo mendirikan Budi Utomo (BU), organisasi modem pertama di Indonesia, pada tanggal 20 Mei 1908, yang kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Kelahiran BU sebagai Perhimpunan nasional Indonesia, dipelopori oleh para pemuda pelajar STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen) yaitu Sutomo, Gunawan, Suraji dibantu oleh Suwardi Surjaningrat, Saleh, Gumbreg, dan lain-lain. Sutomo sendiri diangkat sebagai ketuanya.
Tujuan perkumpulan ini adalah kemajuan nusa dan bangsa yang harmonis dengan jalan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan industri, kebudayaan, mempertinggi cita-cita kemanusiaan untuk mencapai kehidupan bangsa yang terhormat.
Peran Dr. Sutomo dalam Dunia Pendidikan
Pada tahun 1924, ia mendirikan Indonesische Studie Club (ISC) yang merupakan wadah bagi kaum terpelajar Indonesia. ISC berhasil mendirikan sekolah tenun, bank kredit, koperasi, dan sebagainya. Pada tahun 1931 ISC berganti nama menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Di bawah pimpinannya, PBI berkembang pesat.
Dr. Sutomo tutup umur dalam usia 50 tahun, ia meninggal dunia di Surabaya pada tanggal 30 Mei 1938.
Kyai Ahmad Dahlan
Kyai Haji Ahmad Dahlan lahir di Yogyakarta, 1 Agustus 1868, Nama kecil KH. Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwis. Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhan saudaranya perempuan, kecuali adik bungsunya. Pendiri Muhammadiyah ini termasuk keturunan yang kedua belas dari Maulana Malik Ibrahim, salah seorang yang terkemuka di antara Walisongo, yaitu pelopor penyebaran agama Islam di Jawa.
Pada umur 15 tahun, ia pergi haji dan tinggal di Mekah selama lima tahun. Pada periode ini, Ahmad Dahlan mulai berinteraksi dengan pemikiran-pemikiran pembaharu dalam Islam, seperti Muhammad Abduh, Al-Afghani, Rasyid Ridha dan Ibnu Taimiyah. Ketika pulang kembali ke kampungnya tahun 1888, ia berganti nama menjadi Ahmad Dahlan. Pada tahun 1903, ia bertolak kembali ke Mekah dan menetap selama dua tahun. Pada masa ini, ia sempat berguru kepada Syeh Ahmad Khatib yang juga guru dari pendiri NU, KH. Hasyim Asyari. Pada tahun 1912, ia mendirikan Muhammadiyah di kampung Kauman, Yogyakarta.
Peran KH. Ahmad Dahlan dalam Dunia Pendidikan
Dengan maksud mengajar agama, pada tahun 1909 Kiai Dahlan masuk Boedi Oetomo - organisasi yang melahirkan banyak tokoh-tokoh nasionalis. Di sana beliau memberikan pelajaran-pelajaran untuk memenuhi keperluan anggota. Pelajaran yang diberikannya terasa sangat berguna bagi anggota Boedi Oetomo sehingga para anggota Boedi Oetomo ini menyarankan agar Kiai Dahlan membuka sekolah sendiri yang diatur dengan rapi dan didukung oleh organisasi yang bersifat permanen.
Di bidang pendidikan, Kiai Dahlan lantas mereformasi sistem pendidikan pesantren zaman itu, yang menurutnya tidak jelas jenjangnya dan tidak efektif metodenya lantaran mengutamakan menghafal dan tidak merespon ilmu pengetahuan umum. Maka Kiai Dahlan mendirikan sekolah-sekolah agama dengan memberikan pelajaran pengetahuan umum serta bahasa Belanda.
Pada usia 54 tahun, tepatnya pada tanggal 23 Februari 1923, Kiai Haji Akhmad Dahlan wafat di Yogyakarta.
Mohammad Syafei
Mohammad Syafei lahir di Kalimantan pada tahun 1899. perjuangan beliau juga dititikberatkan pada bidang pendidikan.
Peran Mohammad Syafei dalam Dunia Pendidikan
Pada tahun 1922 beliau menjadi guru pada Sekolah Katini di Jakarta, dan sejak itu aktifitasnya di bidang pendiikan terus bertambah. Sebagai seorang tokoh pendidikan, Mohammad Syafei berjasa besar dalam mendirikan sekolah yang diberinama “Indonesische Nederlanshe Shool” atau yang lebih dikenal dengan sebutan INS, di Kayuttanam Sumatera Barat
Sementara itu INS yang kemudian merupakan singkatan dari “Indonesian National Scholl”, menitikberatkan pendidikanya kepada dunia kerja. INS menyelenggarakan pendidikan dalam jenjang:
Ruang Bawah, yakni setara dengan sekolah Rendah atau Sekolah Dasar. Lama pendidikanya 7 tahun.
Ruang Atas, yakni setara dengan sekolah menengah, lama pendidikanya 6 tahun.
Adapun tujuan sekolah yang diselengagarakan oleh Mohammad Syafei adalah:
- Mendidik anak-anak agar mampu berpikir secara rasional.
- Mendidik anak-anak agar mampu bekerja secara teratur dan bersungguh-sungguh.
- Mendidik anak-anak agar menjadi manusia yang berwatak baik.
- Menanamkan rasa persatuan
Filsafat pendidikan Moh.Syafei mendasarkan konsep pendidikannya pada nasionalisme dalam arti konsep dan praktik penyelenggara pendidikan INS Kayu Tanam didasarkan pada cita-cita menghidupkan jiwa bangsa Indonesia dengan cara mempersenjatai dirinya denan alat daya upaya yang dinamakan aktif kreatif untuk pmenguasai alam.
Pandangan pendidikan Moh.Syafei sangat dipengaruhi oleh aliran Devolepmentalisme, terutama oleh gagasan sekolah kerja yang dikembangkan oleh John Dewey dan George Kerschensteiner, serta pendidikan alam sekitar yang dikembangkan oleh Jan Ligthart.
Fungsi pendidikan menurut Moh.Syafei adalah membantu manusia keluar sebagai pemenang dalam perkembangan kehidupan dan persaingan dalam penyempurnaan hidup lahir dan batin antar bangsa.
Mendidik anak agar mampu bekerja secara teratur dan bersungguh-sungguh, menjadi anak yang berwatak baik dan mandiri. Dalam pelajaran anak diperlakukan sebagai subjek bukan objek. Guru berperan sebagai manajer dan fasilitator untuk menciptakan situasi agar siswa aktif berbuat.
Willem Iskander
Ibu dari pahlawan Mandailing bernama Willem Iskandar ialah Anggur boru Lubis. Ayahnya bernama Raja Tinating, Raja Pidoli Lombang. Nama asli dari Willem Iskander adalah Sati Nasution dengan gelar Sutan Iskandar. Dia Belajar di Oefenschool di kota Amsterdam negeri Belanda. Sibulus bulus Sirumbuk rumbuk adalah salah satu karya sastra anak terbaik Mandailing Natal pada zamannya. Setelah tamat dari Amsterdam dia berangkat dengan tujuan Batavia atau Jakarta yang sekarang.
Willem Iskander atau Sutan Iskandar berangkat dengan menumpang kapal laut bernama Petronella Catrina pada1861. Dia menemui Gubernur Jendral Mr. Ludolf Anne Jan Wilt Baron Sloet van Beele. Kemudian ia menuju kota Padang. William Iskander menghadap pada Van den Bosche disana. Lalu meneruskan perjalanan ke Natal. Tiba di Mandailing kembali pada tahun 1962. Tak lama sesudahnya tepatnya di desa Tano Bato yang berada pada 526 M di atas permukaan laut, di mulai mendirikan sekolah untuk anak bangsa sebanyak 4 kelas. Lokalnya terbuat dari bambu dan rumbia .
Peran Willem Iskander dalam Dunia Pendidikan
Beliau adalah salah seorang yang memberantas kebodohan dan buta aksara di Mandailing. Hingga sekarang namanya tetap harum di Sumatera Utara, khususnya di Mandailing Natal. Banyak sekolah SD, SMP atau SMU yang melukiskan gambar dan juga mencantumkan kutipan kutipan isi karangan Willem Iskander di dinding sekolah. Dan bahkan ada yang menamai sekolahnya dengan nama sekolah Willem Iskander seperti SMEA dan SMK. Luar biasa harumnya.
Demikianlah tentang Tokoh-tokoh Nasional yang Berpengaruh dalam Dunia Pendidikan Indonesia. Artikel ini dirangkum dari berbagai sumber online yang memiliki ranking atas, tentunya dengan harapan data yang dirangkum akurat dan paling mendekati kebenaran.
Tunggu posting berikutnya tentang Tokoh-tokoh Manca Negara yang Berpengaruh dalam Dunia Pendidikan.
Mohon maaf apabila biografi para tokoh hanya kami tuliskan sepotong-sepotong, lebih lengkap tentang para tokoh di atas segenap pembaca dapat mengaksesnya langsung ke beberapa web pustaka di bawah.
Permohonan maaf juga disampaikan kepada admin masing-masing website rujukan, bila ada tulisan atau pengambilan data yang kurang berkenan silahkan hubungi kami melalui Cantact Us.
PUSTAKA
http://www.biografiku.com
https://zaeriyahumar.wordpress.com/artikel/tokoh-tokoh-pendidikan-di-indonesia/
http://www.kompasiana.com/davikurnniawan/sejarah-tokoh-tokoh-pendidikan-di-indonesia-dan-luar-negeri_5500478aa33311e5725105c0
http://fitrivt.blogspot.co.id/2012/11/tokoh-pendidikan-dunia.html
https://novialuzni.wordpress.com/2015/10/03/biografi-slamet-iman-santoso/
http://tokohindonesia.tumblr.com/post/84956887940/pak-kasur-dan-bu-kasur-tokoh-kanak-kanak-indonesia
http://blog.kpi-indonesia.org/mohammad-syafei-dan-pendidikan/
https://sorikmarapi.wordpress.com/2010/08/17/sejarah-singkat-willem-iskander/
http://masnoer80.blogspot.co.id/2013/01/pemikiran-pendidikan-kh-hasyim-asyari.html